Riwayat Jermal di Selat Malaka

Seorang tekong (nahkoda) mengemudikan kapal kayunya melintasi sebuah jermal di Selat Malaka di perairan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, 11/8, 2006. Jermal adalah bangunan kayu yang didirikan beberapa mil di tengah laut dan diperuntukkan sebagai hunian pekerja sekaligus tempat untuk menangkap ikan -umumnya ikan teri. Jermal sempat populer hingga awal tahun 2000-an namun saat ini keberadaannya kian berkurang karena kalah bersaing dengan pukat harimau. Jermal juga punya riwayat hitam dalam mempekerjakan anak-anak di bawah umur tanpa jam kerja yang jelas, upah yang tidak standar dan tanpa jaminan keselamatan/kesehatan. (Binsar Bakkara)

Seorang tekong (nahkoda) mengemudikan kapal kayunya melintasi sebuah jermal di Selat Malaka di perairan Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, 11/8, 2006. Jermal adalah bangunan kayu yang didirikan beberapa mil di tengah laut dan diperuntukkan sebagai hunian pekerja sekaligus tempat untuk menangkap ikan -umumnya ikan teri. Jermal sempat populer hingga awal tahun 2000-an namun saat ini keberadaannya kian berkurang karena kalah bersaing dengan pukat harimau. Jermal juga punya riwayat hitam dalam mempekerjakan anak-anak di bawah umur tanpa jam kerja yang jelas, upah yang tidak standar dan tanpa jaminan keselamatan/kesehatan. (Binsar Bakkara)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>