Menonton Festival Danau Toba


Menonton Festival Danau Toba

Danau Toba yang menurut para ahli adalah kaldera yang dibentuk oleh beberapa kali letusan sebuah gunung api raksasa, menyimpan sejuta pesona. Baik keindahan alamnya maupun pesona budaya masyarakat yang hidup di sekitarnya, sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia.

Danau Toba yang di masa purba adalah ancaman yang mematikan bagi bumi ini, saat ini sudah menjadi sumber dan tempat tumbuhnya kehidupan itu sendiri. Ribuan orang yang tinggal di sekitarnya menggantungkan hidup secara langsung pada kaldera ini, di antaranya petani dan nelayan tradisional, turun temurun. Belakangan, industri pariwisata pun turut menyokong perekonomian masyarakat di sana.

Namun perkembangan industri pariwisata ini dinilai berjalan terlalu lambat. Nominal yang didapat dari hasil pengelolaannya tidak berimbang dengan potensinya. Bahkan tertinggal jauh dibanding dengan beberapa kawasan seregional yang menjajakan komoditi yg sama; tourisme.

Dengan alasan itu, pada bulan September 2013 pemerintah pusat Indonesia dan pemerintah lokal Samosir selama seminggu menggelar sebuah acara bernama Festival Danau Toba, yang mereka harap akan menaikkan tingkat kunjungan wisatawan. Beberapa atraksi yang dianggap budaya masyarakat setempat pun ditampilkan.

Pengunjungnya tak begitu banyak, gaungnya pun tak begitu kedengaran. Bisa jadi acara itu kurang promosi, rangkaian acaranya tidak tertata baik, pemilihan waktu yang kurang tepat, atau mungkin dampak yang diharapkan memang tidak akan terlihat langsung pada saat itu. Festival ini memang mereka rencanakan akan digelar setiap tahun, bergilir dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya di sekeliling Danau Toba yang luasnya sekitar 1.1000 km2 itu.

Tapi ada juga yang berpedapat, nilai lebih dari kaldera Toba itu justru berada pada keheningannya. Hembus angin dan debur ombak yang memukul-mukul bebatuan sisa erupsi 74.000 tahun silam yang terengar saat menghabiskan malam di sepanjang pantai Samosir –pulau seluas 650 km2 yang diduga terangkat perlahan-lahan dari dasar danau oleh aktifitas vulkanik yang masih berlangsung hingga kini, serasa mesin waktu yang membawa pikiran pada masa puluhan ribu tahun yang lalu.

Kaldera Toba adalah salah satu bagian terpenting dari perjalanan bumi dan isinya.
(Sumatra Images/Binsar Bakkara)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>